Sabtu, 08 September 2012

10 Menit Yang Tak Terlupakan

Penantian itu akhirnya tiba. Setelah berbulan-bulan direncanakan, akhirnya rencana besar ini bisa berhasil. Rencana besar yang mungkin bagi orang lain adalah hal biasa, yaitu ketemu sama kamu.

Yah, ketemu sama kamu. Hal yang langka bagiku selama bertahun-tahun ini. Setelah lulus SMA 2 tahun lebih yang lalu (kok mbulet yo bahasaku?) aku cuman 2 kali ketemu kamu. Dan itupun cuma liat dari jauh, tak sempat menyapa apalagi ngobrol. Pantes lah kalo sekiranya aku nganggep ini rencana besar, apalagi kamu bukan wanita biasa bagiku. Bukan pacar sih.

Sebuah mug doraemon yang kamu terima itu nggak ada artinya dibandingkan LUAR BIASA senengnya aku waktu bisa face to face sama kamu. Kamu yang menjabat tanganku duluan, dan nanya kabar "Gimana Mas kabarnya?". Yah, jabat tangan yang tak pernah bisa saya lupakan. Setelah 2 tahun lebih. Bisa liat kamu senyum, liat kamu ketawa gara-gara nolak kebab turki dari aku, denger suara kamu langsung, rasanya nggak pengen sore itu berhenti. Salah satu sore terindah dalam hidup saya.

Di tengah ramenya suasana UB dengan ribuan mahasiswa sore itu, mungkin perasaan saya yang paling bahagia saat itu.

Benar-benar 10 menit yang tak terlupakan :))

AFA

0 komentar:

Posting Komentar